Rabu, 17 Desember 2014

Mengenal Kamera Digital SLR dan DSLR



SLR

Kamera refleks lensa tunggal‎ (bahasa Inggris: Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.



DSLR

(Kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex Camera) adalah kamera digital yang menggunakan mechanical mirror system dan pentaprisma unuk mengarahkan cahaya dari lensa menuju optical viewfinder yang berada pada kamera)


DEPRTH OF FIELD

Depth of field adalah jumlah jarak antara subjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokus tajam sebuah foto. Misalnya, jika kita memotret pohon-pohon yang berdiri bersaf-saf, maka yang akan tampak pada foto yang telah dicetak adalah beberapa pohon di depan tampak jelas kemudian makin ke belakang makin kabur. Depth of field sangat tergantung pada: Diafragma. Semakin kecil bukaan diafragma, semakin besar depth of field yang dihasilkan. Bukaan penuh akan menghasilkan depth of field yang sangat dangkal. Jarak fokus lensa (focal length). Semakin panjang focal length, semakin sempit depth of field. Maka dari itu, lensa wide angle memiliki depth of field yang sangat besar. Jarak pemotretan. Semakin dekat jaraknya, semakin sempit depth of field yang dihasilkan. Fungsi depth of field adalah untuk mengaburkan latar belakang jika latar tersebut tidak sesuai dengan subjeknya. Macam-macam lensa Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.


Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens).

Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya.

Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm. Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung. Lensa Tele.


Lensa Tele merupakan kebalikan lensa wide angle.

Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.


Lensa Zoom.

Merupakan gabungan antara lensa standar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa yang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.


Lensa Makro.

Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.  Pada dasarnya dua kamera ini bekerja dengan cara kerja yang sama namun pada kamera DSLR tidak lagi menggunakan film karena telah digantikan oleh CMOS image sensor. Sehingga hasil foto yang didapat dapat dengan mudah di cetak karena telah menggunakan teknologi digital. biasany hasil foto akan di masukan pada sebuah MMC(multi media card). Perkembangan Kamera SLR Dan Kamera DSLR Kamera DSLR {Digital Single Lens Reflex} Dan Kamera SLR {Single-lens reflex (SLR) camera}

Pada prinsipnya, kamera SLR dan DSLR memiliki cara kerja dan komponen yang sama. Yang membedakan adalah penggunaan film. Kamera SLR menggunakan film sebagai medium penangkap, sedangkan kamera DSLR tidak lagi menggunakan film. Sebagi gantinya, kamera DSLR menggunakan CCD atau CMOS.

Selasa, 16 Desember 2014

Teknik Fotografi Makro dan Cara Penggunaannya



Tekni fotografi bagi yang ingin mengambil gambar makro adalah sebagai berikut:

1. Tentukan objek yang ingin diambil. Pastinya objek adalah benda-benda kecil.
2. Objek benda mati. Pada tahap awal akan lebih mudah jika kita menggunakan objek benda mati seperti bunga atau polpen.
3. Buat pengaturan menjadi makro. Kamera digital banyak yang menggunakan simbol bunga untuk pengaturan makro. Pilih saja menu tersebut.
4. Foto makro biasanya fokus pada salah satu titik/objek dan mengaburkan objek lainnya. Misalkan bunga, kita bisa membuat fokus ujung bunganya saja dan membuat blur tangkainya.
5. Setelah kamera disetting makro, arahkan lensa pada objek.
6. Tekan setengah dari tombol bidik dan temukan fokus yang diinginkan. Jika dengan sekali pencet belum ketemu, pencet sampai beberapa kali sampai kita dapatkan fokus.
7. Setelah fokus didapat, pertahankan posisi menekan tombol bidik setengah lalu pencet lebih dalam hingga foto terambil.

Kamera Nikon D90

Nikon D90 dengan sensor 12,3 megapiksel merupakan kamera yang dapat merekam video pada 720p HD. Kamera DSLR sebelumnya tidak dapat merekam video, ini mungkin karena para desainer menduga bahwa para pengguna DSLR lebih tertarik untuk mengambil foto dibandingkan video.
Apakah DSLR pada akhirnya akan memiliki kemampuan merekam video sebagai standar masih harus dilihat. Nikon D90 sangat solid, DSLR mid-range (menengah) yang memiliki semua yang anda butuhkan dalam sebuah kamera untuk fotografi modern.
Nikon D90 memiliki ukuran yang sama seperti pendahulunya, yaitu Nikon D80. Nikon D90 berukuran 4,1 x 5,2 x 3 inci atau 132 x 103 x 77 mm dengan berat sekitar 713 gram, 3 inci layar LCD, serta 920.000-pixel display.




Berikut adalah beberapa fitur yang menonjol dari kamera Nikon D90. Kamera ini memiliki hal-hal yang bahkan fotografer paling berpengalaman akan senang untuk memilikinya.
Optik dan Resolusi
Melihat kinerja optik dan resolusi, disini terlihat beberapa hasil yang menarik. Hasil gambar tembakan Nikon D90 saat siang hari sedikit cerah dan memiliki warna alami yang menyenangkan. Jika Anda melihat jangkauan ISO-nya, kamera ini memiliki 11 pengaturan antara 200 hingga 3200 plus L1 (100) dan H1 (6.400).




Pada pengaturan ISO tertinggi, noise dalam gambar menjadi lebih jelas. Juga, dalam hal flash, tembakan flash Nikon D90 tetap sangat baik diterangi pada jarak mulai dari close-up hingga lebih dari 6 meter. Hal ini mengungguli kemampuan pencahayaan flash dari Canon 450D.
Kontrol Pengguna
Jika Anda melihat kontrol pengguna pada Nikon D90, Anda akan melihat 2 tombol perintah yang dapat anda balik. Tombol ini antara lain memungkinkan anda untuk berpindah ke settingan ISO dan pengaturan lainnya. Ada juga mode dial yang memungkinkan anda memilih berbagai pengaturan lainnya seperti otomatis, aperture dan shutter priority.
Sejujurnya, berbagai macam kontrol pada Nikon D90 jelas luar biasa bagi pemula. Jika anda baru untuk Nikon DSLR, ada baiknya membaca petunjuk manual beberapa kali untuk membuat diri anda terbiasa dengan kamera ini.




Daya Tahan Baterai
Dalam hal daya tahan baterai, kamera ini hadir dengan 850 gambar per charge, jadi kamera ini akan membutuhkan charging setiap 850 kali tembakan dan termasuk sangat tinggi, mengingat ini adalah kamera dengan begitu banyak optik yang kompleks, kontrol dan sirkuit.
Kesimpulan
Nikon D90 adalah salah satu kamera DSLR pertama yang menggabungkan kemampuan merekam video secara digital, jadi jika anda menginginkan fitur ini pada DSLR, Kamera Nikon D90 menjadi salah satu kamera yang pantas untuk dipertimbangkan.

Komposisi Fotografi


Ketika mengkomposisi, cobalah untuk membawa pandangan mata pemirsa lurus ke arah subjek. Jangan biarkan pandangan mata mereka mencari sekeliling frame dengan bebas. Untuk itu, anda dapat menggunakan beberapa bentuk garis berbeda dalam komposisi anda, seperti garis diagonal dan garis cembung atau cekung yang dengan mudah mengarahkan perhatian langsung ke elemen. Juga, bentuk melengkung dan lingkaran dapat sangat membantu membawa pandangan mata mereka tetap di dalam frame dan yang paling penting, mengumpulkan semuanya di dalam.

Sempurnakan background:


Banyak fotografer yang lupa bahwa background dapat menentukan hasil foto bahkan lebih besar daripada subjek itu sendiri. Mempunyai subjek yang menarik tidak berarti anda pasti akan mendapatkan hasil yang baik. Semakin anda sempurnakan background anda, semakin banyak kesempatan yang anda dapatkan untuk mendapatkan foto-foto terbaik. Jadi, tidak peduli subjek apa yang anda foto, anda perlu memperhatikan apa yang ada di dalam background anda, untuk menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu atau memasukkan pola elemen yang menarik, atau sebuah garis yang tajam. Hal ini dapat diterapkan di jenis foto apapun. Jika anda mengambil foto potrait, anda harus mengaburkan atau blur background anda untuk membuat orang yang anda foto tampak lebih tajam, dan jika anda adalah fotografer perkotaan atau senang foto jalan, anda harus memperhatikan settingan terbaik kamera anda, sempurnakan komposisinya dan tunggulah subjek anda. Walaupun anda mengaburkan background anda atau memasukkannya dalam foto, anda tetap harus mengkomposisikannya agar tetap serasi dengan subjek anda dan hilangkan elemen-elemen yang tidak diinginkan.

Biarkan ruang kosong disekitar subjek:


Terkadang, foto yang bagus dapat menjadi jelek karena sesuatu yang disebut “kekurangan udara” atau terlalu penuh tanpa ada ruang kosong disekitarnya. Subjek tersebut kebanyakan ditempatkan ditengah gambar dengan ruang kosong yang kecil dilihat dari setiap sisi bingkainya. Untuk masalah ini, tempatkan subjek di satu garis potong, anda perlu berimajinasi untuk itu, dan anda mendapatkan cukup ruangan untuk foto tersebut bernafas. Misalnya, pada masalah portrait, merupakan ide yang baik untuk memberikan ruang searah dengan pandangan subjek. Atau, dalam kasus memotret subjek yang bergerak, adalah lebih baik untuk memberikan ruangan kosong di depan subjek tersebut.

Sebuah frame dalam frame:


Ini adalah teknik komposisi lama; dan masih terpakai untuk banyak jenis subjek. Dengan memasukkan frame subjek anda berikut elemen-elemen nya, anda akan memaksa mata pemirsa untuk melihat melalui subjek. Dengan begitu anda seperti memberitahukan pada pemirsa seperti apa dan dimana melihatnya (melihat subjek yang dimaksud), tidak perlu lagi bertanya sampai menemukan titik yang menarik.

Teknik Dasar Fotografi Kamera DSLR




Berikut Teknik Dasar Fotografi Keren dengan Kamera DSLR, silahkan anda simak kemudian bisa anda pelajari tekhnik ini.

1. Teknik Depth of field (ruang tajam)

Hal-hal yang mempengaruhi teknik fotografi ruang tajam adalah:

Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)

Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)

Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur)



2. Teknik Slow & Stop Action

Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/ menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik . Stop action kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.



3. Teknik Bulb

Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama. Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod. Misalnya, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.



4. Teknik Panning

Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto. Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik. Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).



5. Teknik Zooming

Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)

Teknik Foto Model

1. Konsep – Pemotretan studio seharusnya simple namun berkonsep, dan upayakan agar konsep tersebut kuat dan didukung oleh semua elemen fotografi. Apakah yang anda ingin capai dari pemotretan tersebut? Apakah anda mempunyai sebuah “brief” atau sebuah gambar yang anda harus ceritakan dari foto tersebut? Kesan atau mood apa yang anda ingin dapatkan jika orang melihat foto anda? Elemen2 apa saja yang anda butuhkan untuk mencapai konsep tersebut dengan sempurna? Inilah hal2 yang anda harus pikirkan dan telusuri sebelum pemotretan, agar anda dapat menghasilkan sebuah karya yang menakjubkan.
2. Warna – Elemen warna ini tentunya tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pikirkan warna2 apa saja yang anda harus kemas dalam foto anda. Warna latar, pakaian model, props dan bahkan warna makeup dari sang model pun perlu anda perhatikan. Gunakan warna yang harmonis satu dengan yang lainnya, atau yang berkomplemen. Contohnya, merah bisa diharmonikan dengan pink, dan bisa dikomplemen oleh warna biru.
3. Makeup – Makeup sangat mendukung dalam pemotretan model. Dunia media seperti majalah dan televisi telah menerapkan sebuah standard kecantikan, di mana seorang model harus mempunyai wajah dan kulit yang super mulus. Namun realita nya tidak semua orang memiliki hal tersebut, tetapi ini dapat diwujudkan dengan tambahan makeup. Makeup yang baik juga membantu untuk memperjelas fitur2 dari wajah agar model terlihat lebih cantik, anggun, elegan, dan juga langsing. Tema atau konsep dari photoshoot ini juga bisa didukung oleh makeup. Contohnya konsep foto anggun tentunya patut ditemani dengan makeup yang elegan.
4. Lighting – Lighting dapat membantu dari beberapa segi, seperti mood, dan juga membantu mempercantik sang model. Dengan menggunakan lighting yang soft (lembut), kulit sang model akan terlihat lebih mulus. Ini dapat tercapai dengan menggunakan merekayasa pencahayaan flash menjadi soft. Biasanya flash dibungkus oleh soft box atau payung yang besar, agar menghasilkan cahaya yang soft, rata dan besar. Angle dari lighting bisa mempengaruhi mood dari foto anda, dan harus diperhatikan dengan seksama.
5. Pose – Pose yang bagus akan mendukung sebuah potret. Perhatikanlah letak wajah, lekukan tubuh dan juga peletakan tangan hingga jari jemari dari sang model untuk membantu menekankan konsep yang telah anda pilih. Sebuah pose atau postur tubuh dapat merubah mood dari foto secara total, jadi jangan diabaikan!
6. Props – property atau peralatang yang memperlengkap dan mempermanis sebuah setup dari studio anda akan sangat berdampak dalam hasil yang anda ciptakan. Pilihlah props yang juga mendukung konsep anda, dan jangan lupa untuk meletakkannya secara strategis dalam komposisi anda, dan gunakan props ini untuk membantu sang model untuk berpose.
7. Latar – Background dari foto bisa saja simple, bahkan putih polos, asalkan menunjang konsep dari foto session anda. Backdrop dari sebuah pemotretan studio biasanya hanya mencakupi sedikit bagian dari framing, namun tetap saja harus diperhatikan agar tidak menjadi distraction (mengganggu) komposisi dan potret dari sang model.

Teknik Fotografi Portrait

 Fokus Bidikan Pada Mata Subjek



Sementara kontak mata tidak selalu diwajibkan dalam potret, namun sebaiknya Anda tetap berkonsentrasi pada bagaimana caranya membuat bagian mata subjek Anda bisa terkesan hidup dan ekspresif. Salah satu faktor penting untuk mencapai hal itu adalah dengan membuat fokus bagian mata subjek Anda setajam mungkin. Anda bisa memilih titik AF secara manual yang diposisikan di salah satu bagian mata model Anda, atau bisa juga dengan menggunakan satu titik fokus sentral untuk mengunci fokus pada mata mereka. Kemudian, dengan menekan tombol shutter setengah untuk mengunci titik fokus, lakukan teknik rekomposisi gambar Anda sebelum menekan penuh tombol shutter.


 Gunakan Lensa Standar atau Lensa Tele

uii.ac.id

Lensa wide-angle adalah pilihan yang cocok untuk foto potret jika Anda ingin mengikut-sertakan lingkungan di sekitar subjek utama menjadi bagian cerita dalam foto Anda, atau untuk menunjukkan kondisi subjek utama dalam konteks tertentu. Namun, hati-hati saat menggunakan lensa wide-angle untuk pemotretan close-up. Lensa tipe ini cenderung akan mendistorsi beberapa bagian wajah subjek Anda, dan gambar yang dihasilkan menjadi terkesan aneh dan kurang atraktif. 

Sebuah pilihan yang lebih baik untuk teknik foto potret adalah menggunakan lensa standar atau lensa tele pendek dengan jarak fokal yang tidak terlalu panjang. Jarak fokal yang populer digunakan misalnya 50mm, 70mm, 85mm atau 100mm. Untuk itu Anda bisa menggunakan lensa fix/prime 50mm, 85mm dan lensa 100mm. Untuk lensa zoom jarak dekat dan menengah Anda bisa menggunakan lensa kit 18-55mm, 18-135mm, 24-70mm, 24-105mm atau bahkan untuk lebih kreatif Anda bisa menggunakan lensa zoom 70-200mm. Lensa terakhir ini banyak digunakan fotografer wedding karena kelebihan cakupan panjang fokalnya.

Penggunaan lensa yang tepat dengan pengaturan dan penyesuaian yang baik tentu saja akan membantu untuk memberikan hasil yang lebih terlihat alami dan menarik.


 Gunakan Mode Aperture Priority / Aperture Value (AV)



Aperture Priority akan memberikan Anda kontrol langsung terhadap nilai aperture untuk mempermudah dalam menerapkan teknik yang berkaitan dengan Depht-of-Field (DOF). 

Lensa fix/prime cepat, seperti 50mm f/1.4 dan 85mm f/1.2 memungkinkan Anda untuk memilih bukaan aperture yang sangat besar untuk mendapatkan DOF dangkal/sempit. Hal ini dapat membantu untuk membuat background subjek foto Anda menjadi terlihat lebih lembut, halus, dan out-of-focus yang akan menaikkan kualitas foto potret Anda layaknya hasil jepretan fotografer profesional. 

Namun anda harus ingat, semakin kecil nilai aperture (semakin besar bukaannya) yang digunakan akan beresiko untuk membuat keseluruhan foto Anda menjadi kurang tajam dan soft-focus. Disinilah perlunya penilaian yang tepat terhadap akurasi titik fokus yang kita gunakan.


 Gunakan Biasan Cahaya Matahari Yang Melewati Jendela



Lighting / Pencahayaan adalah faktor penentu dalam semua penerapan teknik fotografi. Teknik pencahayaan yang kurang baik akan menyebabkan hasil foto Anda menjadi berantakan. Untuk itu Anda tidak perlu mahal-mahal membeli peralatan lighting studio untuk mendapatkan hasil foto potret yang menakjubkan. jendela dan reflektor sederhana dapat membantu Anda mencapai hasil alami yang menakjubkan tanpa menghabiskan terlalu banyak uang. 

Posisikan model Anda pada sudut dekat dengan jendela yang dilewati cahaya matahari. Gunakan reflektor berwarna putih atau perak untuk mengurangi bayang-bayang yang muncul di beberapa bagian wajah mereka, seperti dibawah lekukan mata dan dibawah dagu. Reflektor perak akan memberikan kualitas cahaya yang terkesan lebih dingin dan segar, meskipun efeknya tidak akan sehalus jika menggunakan reflektor putih. 

Waspadai setiap biasan warna yang mungkin muncul dari objek yang ada di sisi luar jendela, seperti pantulan warna rerumputan atau dedaunan hijau yang bisa membuat warna kulit subjek Anda menjadi green-ish. Atau misalnya saat Anda melakukan pemotretan pada sore hari menjelang sunset, sinar matahari yang membias akan memberi nuansa hangat pada foto.