Jumat, 30 Januari 2015

Teknik Fotografi

1. Pilih Waktu yang Tepat
Untuk mendapatkan gambar yang dramatis, lakukan pemotretan pada saat matahari terbenam sebelum suasana benar-benar menjadi gelap.
Hal ini akan membuat Anda mendapatkan warna langit yang spektakuler seperti biru, merah, oranye, atau ungu. Lampu jalan dan lampu gedung juga akan menambahkan efek memukau pada foto.

2. Gunakan Tripod
Tripod amat diperlukan dalam fotografi malam hari akibat kondisi pencahayaan yang minim.
Pada cahaya minim sensor kamera memerlukan waktu paparan lebih lama saat mengambil gambar.
Tripod akan menjamin kamera tetap stabil sehingga gambar yang dihasilkan tetap tajam dan tidak blur.

3. Mengatur ISO
Pengaturan ISO mempengaruhi sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya.
Semakin besar nomor ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya. ISO tinggi diperlukan dalam fotografi malam hari.
Pilih ISO tertinggi yang dipunyai kamera Anda asal noise yang muncul masih dalam ambang batas yang bisa ditoleransi.
Sebagai informasi, semakin tinggi ISO maka kemungkinan munculnya noise atau bintik-bintik putih pada foto juga akan semakin besar.
Pemilihan ISO yang tepat akan membuat hasil jepretan Anda tetap bagus dengan noise yang minimal.

4. Ambil Gambar Dalam Jumlah Banyak

Layaknya seorang fotografer professional, ambillah gambar sebanyak mungkin yang bisa anda buat dalam satu objek foto. Tentu saja dengan memfariasikan sudut pemotretan, setting karea dan juga komposisi.
Dengan cara itu kita bisa memilih gambar mana yang terbaik menurut pendapat kita. Toh dengan adanya teknologi digital kita tidak terbebani dengan tambahan biaya, karena foto yang tidak kita sukai dapat dengan mudah kita buang

5. Terus Berlatih

Hasil karya fotografi malam hari yang menakjubkan biasanya tidak diperoleh hanya dalam sekali jepret saja.
Dibutuhkan banyak latihan sebelum Anda merasa ‘klik’ dengan hasil bidikan Anda. Untungnya, dengan kamera digital Anda dapat mengambil gambar sebanyak-banyaknya tanpa harus direpotkan urusan membeli film dan proses cuci cetak.
Cobalah bereksperimen pula dengan flash untuk menambahkan efek dramatis pada hasil karya fotografi Anda.

Kamis, 29 Januari 2015

Jenis - Jenis Lensa Kamera DSLR

  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa tidak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

Teknik Foto Malam Hari

Tips 1
Gunakan Eksposur Long
Kunci fotografi malam sukses terletak dalam paparan panjang. Kita bicara tentang eksposur diukur dalam hitungan detik. Ketika sebuah paparan panjang digunakan, lebih banyak cahaya diizinkan masuk ke kamera, memungkinkan rincian di foto malam Anda yang akan diambil.

Masalah dengan menggunakan eksposur panjang adalah bahwa Anda bisa goyang kamera, menghasilkan gambar yang buruk. Cara sekitar ini adalah dengan menggunakan tripod. Saya lebih suka untuk menginstal sebuah tripod dengan kabel shutter-release untuk memastikan bahwa saya tidak guncangan kamera sama sekali.

Tips2
Ambil Shots Kontrol
Satu masalah dengan kamera digital adalah bahwa selalu ada beberapa piksel pada sensor gambar yang buruk. Ketika mengambil foto hari, cacat ini tidak dapat dilihat. Namun, mereka cukup jelas di foto malam hari. Bagaimana kita benar ini? Berikut cara sederhana - mengambil gambar kontrol, kemudian gunakan editing gambar untuk mengurangi keluar mereka piksel buruk.

Ini adalah cara kerjanya. Lain kali Anda keluar untuk mengambil foto malam, pergi ke depan dan snap gambar Scene A, seperti biasa. Kemudian, ketika itu lebih mudah, mengambil foto dari Scene yang sama persis A lagi, tetapi dengan penutup lensa di.

Sekarang Anda akan memiliki dua gambar, satu tembakan malam dan satu tembakan kontrol (dengan pixel panas). Load mereka di katakan, Paint Shop Pro. Beralih ke gambar ke-kontrol dan pilih Edit dan Salin dari menu. Selanjutnya, beralih ke ditembak malam dan menyisipkan gambar disalin sebagai lapisan baru. Kemudian, pilih layer baru dan ubah Blend Mode ke Selisih dan klik OK. Anda akan mendapatkan ditembak malam benar dengan hot spot dikurangi keluar.

Tips 3
Cobalah untuk Motion Capture
Dengan pemaparan yang panjang, Anda memiliki banyak pilihan kreatif ketika datang ke fotografi. Ini termasuk menangkap gerakan. Misalnya, apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana fotografer profesional mengambil gambar dari jejak lampu mobil ketika mereka zoom di jalan raya pada malam hari? Ini semua karena eksposur panjang. Cobalah untuk mengingat hal ini saat Anda sedang mengambil foto malam - Anda tidak perlu membatasi diri untuk gambar diam.

Tips 4
Tip 4: Bermain dengan Aperture
Selain kecepatan rana (yang menentukan waktu eksposur), Anda dapat bermain-main dengan ukuran bukaan kamera digital Anda. Ada dua skenario di sini. Jika Anda menetapkan paparan panjang, cobalah untuk menggunakan aperture kecil untuk menghindari overexposing setiap lampu stasioner. pada gambar. Di sisi lain, jika Anda menetapkan eksposur singkat, coba gunakan aperture yang lebih besar untuk menghindari gerak dalam foto Anda.

Tips 5
Cara Menggunakan Flash
Sebagai aturan umum, saya mengaktifkan lampu kilat mati saat mengambil foto malam. Ada beberapa pengecualian meskipun - salah satu contoh spesifik saya bisa memikirkan sedang mencoba untuk menembak subjek di latar depan, dengan gerak jalan lampu mobil di latar belakang. Dalam hal ini, membawa sebuah unit flash eksternal dan bersinar pada subjek Anda secara manual. Mengatur paparan panjang, kemudian harus menunggu subjek Anda sampai gambar diambil.

Tips 6
Kapan Ambil Foto Malam
Kapan waktu terbaik untuk mengambil foto malam? Saya biasanya ingin mengambil mereka selama senja ketika warna dan detil lebih mudah untuk menangkap. Saya akan merekomendasikan bahwa Anda melakukan penelitian pada malam sebelum pemotretan. Tentukan lokasi, kemudian kembali keesokan harinya untuk mengambil foto saat senja.

Tips Foto Malam Hari


1. Penentuan Lokasi
pilihlah lokasi dengan sudut terbaik, cari cahaya dan ikon arsitektur yang terbaik. Beberapa tempat tersebut diantaranya yaitu dari atas gedung, persimpangan jalan didekat icon lokasi, icon bersejarah, gedung atau bangunan yang banyak di terangi cahaya.

2. Gunakan Format RAW
Format RAW mengandung banyak informasi yang dapat di olah dengan leluasa oleh perangkat lunak lainnya dan juga white balance mudah untuk di rubah.

3. Gunakan Selalu Tripod
pastiakan tripod pada kamera anda sudah di atur dengan benar dan dapat berdiri dengan stabil. Gantunglah tas tripod di bagian bawah tripod untuk menambah berat, dan usahakan tas tripod tidak anda pegang ketika sedang mengambil foto dengan kecepatan shuter lambat.

4.Memotret Gemerlap Cahaya
Untuk memotret gemerlap cahaya menggunakan aperture f/16. Foreground dan background tajam begitu pula cahaya akan terlihat gemerlap. Jangan lupa untuk mengkomposisikan objek anda, tetap berpacuan pada rule of third seperti saat anda ingin foto landscape.

5. Menggunakan Lensa Wide Angle
Lensa wide angle atau sering disebut lensa lebar digunakan agar mendapatkan pemandangan, cahaya, serta warna lebih banyak pada foto. Lensa lebar juga berarti depth of field yang lebih lebar sehingga anda mendapatkan foto yang tajam dari foreground hingga background.

6. Mode Manual
Untuk menentukan mode exposure yang diinginkan maka gunakanalah mode manual pada kamera slr Canon. Anda dapat menentukan aperture dan kecepatan shutter seuai kehendak. Selalu awali melakukan komposisi pada objek lalu mengunci fokus. Atur aperture kecil f 1/16. Tentukan shutter hingga penanda exposure level indicator (0). Jika foto terlalu terang turunkan exposure 1 hingga 2 stop sehingga foto agak gelap.

7. Gunakan Sweet Spot
Pada lensa wide angle umumnya sweet spot antara f/8 dan f/16. Ambil beberapa foto pada rentang aperture tersebut untuk memastikan. Perlu diingat saat anda memilih lensa kamera yang mahal bukan berarti kualitas bagus saat menggunakan aperture paling lebar.

8. Jangan Menggunakan Shutter
Ketika menggunakan shutter lambat, menekan tombol shutter bisa mengakibatkan foto menjadi kabur/tidak fokus.

9. Aktifkan Mirror Lock-Up
Untuk mencegah getaran yang memyababkan kemera bergetar termasuk cerminya. Aktifkan Mirror Lock-Up pada menu Custom Function.

10. White Balance
Auto balance pada kamera canon dslr bisa mudah tertipu saat mengambil warna yang salah, jika digunakan untuk mengambil foto dengan pencahayaan lampu jalanan. Untuk memastikan hasil terbaik dan konsisten, coba cloudy (6000K) untuk membuat warna foto sedikit hangat atau lebih jingga. Anda juga bisa memlih Tungsten (3200K) untuk membuat warna foto sedikit dingin dan terlihat kebiru-biruan.

11. Pengaturan ISO
Jika ingin mengambil foto pemandangan kota dengan exposure lambat dan menggunakan tripod maka gunakan ISO 100 karena anda tidak butuh kecepatan shutter cepat. ISO 100 juga memastikan noise yang sedikit sehingga cocok untuk mengambil banyak detail. Jika anda ingin mengambil foto aksi tidak mungkin anda menggunakan tripod, mau tidak mau anda harus memaksimalkan ISO (ISO 1000- 1600) untuk mematikan anda mendapatkan shuttr speed yang dibutuhkan untuk membekukan gerakan objek.

Tips Foto Starbust Malam Hari


  1. Gunakan Tripod – Memotret malam hari dengan angka f yang besar, misal foto diatas dengan f/18, membuat shutter speed akan sangat lama, berfoto diatas 25 detik. Jadi pastikan anda memakai tripod agar hasil foto tidak seperti lukisan grafiti.
  2. Perhatikan setting kamera – Untuk jenis foto seperti ini, gunakan angka f yang besar: f/11 atau lebih besar. Set ISO di angka yang rendah, dibawah 400, karena kita akan memotret long exposure. Anda bisa menggunakan mode manual maupun aperture priority, yang jelas perhatikan angka metering kamera. Untuk pemotretan malam hari seperti ada kecenderungan hasil akan over exposure (terlalu terang), jadi pakai exposure compensation angkanya bervariasi tergantung dari lingkungan sekitar, coba pakai under 1 stop sebagai awal dan sesuaikan setelahnya.
  3. Setting Fokus – Dengan angka aperture besar, kita tidak akan terlalu pusing memikirkan fokus, namun kalau mau aman ambil titik fokus secara manual, atau set diinfinity.
  4. Manfaatkan highlight alert kamera – anda tahu kan? itu lho peringatan bling-bling yang muncul di LCD saat kita memotret subyek yang terang.
  5. Mulai Memotret – dan jangan malas mengulang dan mengubah setting kalau hasilnya belum sesuai keinginan.

Selasa, 20 Januari 2015

Tips Foto Selfie agar terlihat nampk bagus


Bagaimanapun juga fotografi adalah bermain dengan cahaya gelap dan terang. Sehingga pencahayaan menjadi tips dan triks foto selfie yang terpenting. Dengan cahaya yang cukup maka kita bisa memotret foto selfie dan mendapatkan objek foto dengan maksimal. Tak hanya wajah, namun juga keindahan lain dari Anda, misalkan rambut.a
Tak ada aturan khusus untuk memotret foto selfie, selama foto tersebut sopan dan tidak mengandung unsur SARA. Tapi, ada sejumlah trik sederhana untuk mengubah foto selfie biasa menjadi luar biasa. Persiapan menjadi salah satu tips foto selfie yang keren. Persiapan ini yang bisa membuat Anda tampil menarik dan percaya diri. Apapun wujudnya, pokoknya persiapkanlah.
Elemen penting lainnya untuk menghasilkan foto selfie yang keren adalah background atau latar belakang yang bersih. Foto Selfie tidak akan bagus jika melakukannya di dalam ruangan kotor atau berantakan. Untuk itu, Anda harus selalu memeriksa lingkungan sekitar ketika melakukan selfie. Latar belakang foto seperti dinding berwarna cerah dan tirai bertekstur bisa menjadi pilihan.
Tongsis atau tongkat narsis saat ini sudah menjadi properti wajib bagi penggemar foto selfie. Jika kamera depan Anda tidak wide angle, masih bisa disiasati dengan aksesori pendukung yaitu tongsis semacam monopod. Tongis akan berguna kita Anda sedang melakukan traveling dan tidak ingin merepotkan orang di sekitar dengan meminta bantuan untuk memotret karena bisa melakukan sendiri berkat tongsis.
Jenis fotografi apapun, komposisi adalah hal penting yang tidak bisa dihilangkan. Jika ingin menghasilkan foto selfie yang bagus, sebaiknya gunakan komposisi yang seimbang. Baca artikel fotografi tentang komposisi dan elemen penting dalam fotografi.
Ingatlah ketika Anda sedang berselfie ria, Anda tidak sedang foto untuk KTP atau paspor. Jadi, jangan tegang dan datar. Jangan ragu-ragu untuk menunjukkan ekspresi dengan berbagai gaya wajah. Inilah waktunya untuk seru-seruan dengan mencoba berbagai ekspresi. Terlepas dari akurasinya yang masih perlu dipertanyakan, selfie dengan gaya unik atau gokil memang lebih memancing minat untuk dilihat. Banyak orang tidak mempertimbangkan sudut pengambilan foto (angle) saat melakukan selfie. Cobalah berbagai gaya agar foto tampak menarik.
Tips foto selfie yang terakhir yang perlu Anda coba adalah aplikasi pengedit foto. Tips untuk menghasilkan foto selfie yang lebih bagus, Anda bisa menggunakan aplikasi pengedit foto dengan memberikan berbagai filter sesuai selera. Gunakan filter yang tersedia pada kamera ponsel, untuk membuat wajah terlihat lebih putih dan bersih. Anda bisa menggunakan filter untuk memberikan kesan vintage atau lainnya. Baca Daftar Aplikasi Kamera Untuk Android.
Dari semua tips foto selfie di atas, hal terpenting untuk keberhasilan foto selfie adalah percaya diri. Karena selfie biasanya dilakukan untuk bersenang-senang, tidak hanya sendiri, tapi juga bisa bersama teman-teman dan keluarga. Karena itu jangan takut mencoba berbagai gaya yang berbeda untuk mendapatkan foto selfie yang keren dan sempurna. Selamat mencoba

Senin, 19 Januari 2015

Tips Menyimpan dan Merawat kamera DSLR

Kamera digital seperti halnya barang elektronik konsumen lainnya, membutuhkan perawatan ekstra. Mereka memiliki komponen sensitif yang mudah rusak kalau kita ceroboh memegangnya. Berikut beberapa hal praktis agar kamera dan lensa anda lebih awet:
  1. Kecuali kalau kamera atau lensa anda jelas-jelas dinyatakan waterproof atauweather sealed, jauhkan mereka dari air dan basah. Air bisa menimbulkan kelembaban didalam internal kamera dan bisa membuat komponen internal rusak. Kamera weather sealed juga bukan berarti anda bisa memasukannya ke air.
  2. Batere lithium-ion biasanya bertahan dalam 500 kali siklus recharge sebelum kerjanya mulai menyusut, kalau memang sudah waktunya jangan kaget kalau memang minta ganti. Buang sampah batere ditempat khusus (meskipun pengelolaan sampah kita tidak pernah memisahkan jenis limbah apapaun). Baca juga tips agar konsumsi baterai kamera lebih awet.
  3. Selalu jaga kebersihan lensa. Saat membersihkan lensa, jangan langsung semprotkan cairan pembersih ke lensa, semprotkan dulu ke lap microfiber sedikit saja lalu baru usapkan lap microfiber tersebut ke lensa. Anda bisa membeli lap microfiber di swalayan besar.
  4. Matikan kamera sebelum mengeluarkan batere atau memory card dan saat anda mencolokkan ke komputer, kamera memiliki komputer didalamnya dan bisa jadi tidak tahan terhadap perubahan arus listrik secara mendadak.
  5. Strap kamera ada agar kamera anda tidak gampang jatuh dengan tidak sengaja, kalau memang merasa tidak nyaman memakai strap bawaan, belilah yang lebih nyaman. Baca juga cara paling aman saat menggantungkan kamera di pundak
  6. Hindari meninggalkan kamera didalam mobil dalam waktu yang lama apalagi jika mobilnya terkena panas matahari langsung. Kamera memiliki rentang suhu aman dan akumulasi panas didalam mobil beresiko melebihi rentang tadi.
  7. Kandungan garam dilaut bersifat korosif bagi komponen logam yang ada di dalam kamera maupun lensa sehingga berpotensi menghasilkan karat. Setelah memotret di dekat laut, bersihkan kamera dengan lap yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan sisa garam yang menempel di kamera, sedikit saja jangan terlalu banyak. Setelah itu lap lagi dengan lap hingga benar-benar kering. Baca cara mencegah munculnya kabut di lensa
  8. Kamera dan lensa memiliki bagian bergerak seperti tombol, dial, engsel pintu batere dan memory card, focusing ring dan putaran zoom lensa. Kalau ada yang macet jangan diputar atau dibuka dengan paksa. Kalau memang tidak paham, bawa ke teman yang paham atau bawa ke service center. Kalau dipaksa bisa jadi ada bagian yang patah.
  9. Baca tips mengganti lensa DSLR saat anda memotret diluar ruangan untuk meminimalkan resiko kemasukan debu.
  10. Periksa ada tidaknya debu di sensor kamera DSLR anda (baca disini caranya), kalau memang terdeteksi ada, gunakan blower. Jika blower tidak bisa menghilangkan debu, bawa ke service center.
  11. Simpan kamera di tempat yang kering dan tidak terkena cahaya matahari langsung. Kalau memang ada budget, beli dry box atau dry cabinet sehingga kita bisa mengontrol tingkat kelembaban. Alternatif murah adalah memakai silica gel. Baca tips menyimpan kamera dan lensa agar bebas dari lembap

Teknik Zooming dalam Fotografi

Untuk mempelajari Teknik Zooming dalam Fotografi tidaklah susah, Berikut sedikit tips-tips dari blog tips fotografi untuk Teknik Zooming Fotografi :

TEKNIK ZOOMING FOTOGRAFI

  • Fokuskan obyek tepat ditengah kemudian di zoom sampai full dekat
  • Sambil memencet tombol shoot putar gelang zoom ke zoom out atau menjauh.
  • Untuk lebih aman terhadap lensa gunakan pilihan manual focus.
  • Gunakan Speed sedikit rendah misal 1/10s dan diafragma menyesuaikan.
  • Sebaiknya menggunakan tripod untuk menjaga fokus agar maksimal.
  • Untuk memperoleh kesan zooming yang menarik, pilih background yang memiliki kontras dan banyak warna.
Jangan pernah menyerah untuk menghasilkan foto zooming yang menarik, lakukan berkali-kali. Karena semakin sering mencoba, perlahan akan memahami karateristik speed dari kamera yang Anda pakai. 

Teknik HDR Fotografi

Teknik HDR atau High Dynamic Range adalah teknik untuk merepresentasikan tingkat kecerahan yang lebih luas dari yang biasanya mampu ditampung pada hasil pemotretan normal. Fotografi HDR mampu menghasilkan foto yang tampak lebih natural seperti yang dilihat oleh mata.

Dalam dunia fotografi, rentang dinamis berarti perbedaan antara bagian dan nilai warna paling gelap. Dengan kata lain, jangkauan dinamis berarti kontras dari sebuah foto. HDR fotografi berarti foto yang memiliki jangkauan dinamis yang lebih besar dari foto biasa. Foto HDR memiliki jangkauan (rentang) dinamis yang lebih besar dari gambar yang dapat ditangkap kamera.

Rentang dinamis ini diukur dalam satuan Exposure Value antara bagian yang tercerah dan tergelap dalam suatu foto. Sekedar informasi, rentang dinamis yang mampu ditampung dalam format JPG berkisar antara 5 hingga 8 stop sementara RAW bisa menampung antara 10 hingga 12 stop.

Di sisi lain jika dibandingkan dengan mata, mata manusia dalam satu waktu bisa menampung rentang dinamis hingga 14 stop. Bahkan bila memasukkan variabel berupa bukaan diafragma pada mata (iris), rentang dinamis yang mampu ditampung oleh mata hampir mencapai 24 stop! Inilah yang menjelaskan mengapa mata manusia mampu melihat detail di daerah terang dan gelap jauh lebih baik dari kamera tercanggih sekalipun.

Foto HDR sendiri pada dasarnya tidak selalu mutlak dibutuhkan. Saat kita memotret sesuatu yang memiliki pencahayaan merata dan kamera sanggup menangkap semua terang gelap dari bidang foto dengan baik, kita tidak merasa ada yang salah dengan foto tersebut. Namun umumnya saat siang hari, dimana sebagian dari langit yang terang ikut terekam dalam foto, barulah kita mulai merindukan ‘kemampuan lebih’ dari sebuah kamera.

Teknik Rembrandt dalam Pencahayaan

Teknik Rembrandt lighting diperoleh dengan menggabungkan pencahayaan pendek dan Butterfly Lighting. Lampu utama diposisikan tinggi dan di sisi wajah yang jauh dari kamera. Teknik ini menghasilkan segitiga yang diterangi di pipi paling dekat dengan kamera. Segitiga yang diterangi hanya di bawah mata dan tidak di bawah hidung.

Cahaya yang seperti apa yang diharapkan dalam sebuah pemotretan sebetulnya sangat bergantung pada kesan apa yang ingin ditimbulkan dan bagaimana komposisi yang diharapkan dari cahaya dan bayangan dalam foto.

Untuk awal, yang harus diperhatikan dari cahaya adalah:


  1. Intensitas, seberapa kuat cahaya tersebut. Cahaya yang sangat kuat akan menimbulkan bayangan yang jelas (harsh) sedangkan cahaya yang lemah akan menimbulkan bayangan yang lembut (soft). Pada pemotretan di luar ruang, cahaya alami (matahari) akan tersedia sejak terbit matahari (skitar 05.00) hingga senja (sekitar 18.00), adapun cahaya dengan intensitas tinggi akan diperoleh pada 09.00-15.00.
  2. Arah datang cahaya, ini akan berpenguh pada metering dan komposisi hilight & shadow pada obyek. Arah datang cahaya secara jelas akan mempengaruhi arah dan ukuran bayangan. Pada pemotretan model, arah datangnya cahaya juga memperngaruhi ekspresi model.
  3. Spektrum, atau banyaknya ‘warna’ yang terkandung dalam cahaya. Cahaya matahari yang berwarna putih kekuningan sebetulnya merupakan gabungan dari banyak spektrum warna, beberapa di antaranya mungkin anda ingat sebagai jajaran warna pelangi mejikuhibniu, tapi sebetulnya spektrum cahaya matahari lebih luas dari itu

Tips Foto HDR

    • Gunakan fitur bracketing yang ada di kamera SLR digital anda. Dengan menggunakan fitur bracketing, kamera akan secara otomatis menaik-turunkan nilai eksposur (stop) dengan sangat cepat, jauh lebih nyaman dibanding tangan kita harus sibuk memutar tombol dial. –Baca cara menggunakan bracketing untuk SLR Canon/Nikon disini
  • Ambil 3,5 atau 7 jepretan. Kebanyakan foto HDR pada kondisi normal dihasilkan dari 5 foto dengan nilai eksposur berbeda dan kemudian digabungkan. Jika anda menghadapi obyek foto dengan beda gelap-terang yang terlalu mencolok, ambil 7 eksposur sekaligus sehingga hasilnya lebih bagus lagi
  • Jangan mengubah-ubah nilai aperture dalam satu seri pemotretan untuk sebuah obyek. Setel mode eksposur pada posisi Aperture Priority (A atau Av) untuk menjamin ketajaman hasil akhir foto HDR. Jika anda mengubah-ubah nilai aperture, maka fokus kamera juga akan berubah, sehingga daerah tajam foto menjadi tidak konsisten
  • Gunakan matrix metering atau evaluative metering dimana kamera akan mengukur semua elemen dalam obyek foto sebelum menentukan berapa besaran eksposur yang dibutuhkan
  • Pakailah tripod untuk menjamin hasil akhir foto tidak kabur. Dengan menggunakan tripod, foto kita akan lebih tajam karena konsisten dari satu jepretan ke jepretan berikutnya. Jika anda memiliki shutter release, pakai sekalian.
  • Jika memungkinkan, gunakan format RAW saat memotret HDR.