1. Penentuan Lokasi
pilihlah lokasi dengan sudut terbaik, cari cahaya dan ikon arsitektur yang terbaik. Beberapa tempat tersebut diantaranya yaitu dari atas gedung, persimpangan jalan didekat icon lokasi, icon bersejarah, gedung atau bangunan yang banyak di terangi cahaya.
2. Gunakan Format RAW
Format RAW mengandung banyak informasi yang dapat di olah dengan leluasa oleh perangkat lunak lainnya dan juga white balance mudah untuk di rubah.
3. Gunakan Selalu Tripod
pastiakan tripod pada kamera anda sudah di atur dengan benar dan dapat berdiri dengan stabil. Gantunglah tas tripod di bagian bawah tripod untuk menambah berat, dan usahakan tas tripod tidak anda pegang ketika sedang mengambil foto dengan kecepatan shuter lambat.
4.Memotret Gemerlap Cahaya
Untuk memotret gemerlap cahaya menggunakan aperture f/16. Foreground dan background tajam begitu pula cahaya akan terlihat gemerlap. Jangan lupa untuk mengkomposisikan objek anda, tetap berpacuan pada rule of third seperti saat anda ingin foto landscape.
5. Menggunakan Lensa Wide Angle
Lensa wide angle atau sering disebut lensa lebar digunakan agar mendapatkan pemandangan, cahaya, serta warna lebih banyak pada foto. Lensa lebar juga berarti depth of field yang lebih lebar sehingga anda mendapatkan foto yang tajam dari foreground hingga background.
6. Mode Manual
Untuk menentukan mode exposure yang diinginkan maka gunakanalah mode manual pada kamera slr Canon. Anda dapat menentukan aperture dan kecepatan shutter seuai kehendak. Selalu awali melakukan komposisi pada objek lalu mengunci fokus. Atur aperture kecil f 1/16. Tentukan shutter hingga penanda exposure level indicator (0). Jika foto terlalu terang turunkan exposure 1 hingga 2 stop sehingga foto agak gelap.
7. Gunakan Sweet Spot
Pada lensa wide angle umumnya sweet spot antara f/8 dan f/16. Ambil beberapa foto pada rentang aperture tersebut untuk memastikan. Perlu diingat saat anda memilih lensa kamera yang mahal bukan berarti kualitas bagus saat menggunakan aperture paling lebar.
8. Jangan Menggunakan Shutter
Ketika menggunakan shutter lambat, menekan tombol shutter bisa mengakibatkan foto menjadi kabur/tidak fokus.
9. Aktifkan Mirror Lock-Up
Untuk mencegah getaran yang memyababkan kemera bergetar termasuk cerminya. Aktifkan Mirror Lock-Up pada menu Custom Function.
10. White Balance
Auto balance pada kamera canon dslr bisa mudah tertipu saat mengambil warna yang salah, jika digunakan untuk mengambil foto dengan pencahayaan lampu jalanan. Untuk memastikan hasil terbaik dan konsisten, coba cloudy (6000K) untuk membuat warna foto sedikit hangat atau lebih jingga. Anda juga bisa memlih Tungsten (3200K) untuk membuat warna foto sedikit dingin dan terlihat kebiru-biruan.
11. Pengaturan ISO
Jika ingin mengambil foto pemandangan kota dengan exposure lambat dan menggunakan tripod maka gunakan ISO 100 karena anda tidak butuh kecepatan shutter cepat. ISO 100 juga memastikan noise yang sedikit sehingga cocok untuk mengambil banyak detail. Jika anda ingin mengambil foto aksi tidak mungkin anda menggunakan tripod, mau tidak mau anda harus memaksimalkan ISO (ISO 1000- 1600) untuk mematikan anda mendapatkan shuttr speed yang dibutuhkan untuk membekukan gerakan objek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar