Senin, 19 Januari 2015

Teknik HDR Fotografi

Teknik HDR atau High Dynamic Range adalah teknik untuk merepresentasikan tingkat kecerahan yang lebih luas dari yang biasanya mampu ditampung pada hasil pemotretan normal. Fotografi HDR mampu menghasilkan foto yang tampak lebih natural seperti yang dilihat oleh mata.

Dalam dunia fotografi, rentang dinamis berarti perbedaan antara bagian dan nilai warna paling gelap. Dengan kata lain, jangkauan dinamis berarti kontras dari sebuah foto. HDR fotografi berarti foto yang memiliki jangkauan dinamis yang lebih besar dari foto biasa. Foto HDR memiliki jangkauan (rentang) dinamis yang lebih besar dari gambar yang dapat ditangkap kamera.

Rentang dinamis ini diukur dalam satuan Exposure Value antara bagian yang tercerah dan tergelap dalam suatu foto. Sekedar informasi, rentang dinamis yang mampu ditampung dalam format JPG berkisar antara 5 hingga 8 stop sementara RAW bisa menampung antara 10 hingga 12 stop.

Di sisi lain jika dibandingkan dengan mata, mata manusia dalam satu waktu bisa menampung rentang dinamis hingga 14 stop. Bahkan bila memasukkan variabel berupa bukaan diafragma pada mata (iris), rentang dinamis yang mampu ditampung oleh mata hampir mencapai 24 stop! Inilah yang menjelaskan mengapa mata manusia mampu melihat detail di daerah terang dan gelap jauh lebih baik dari kamera tercanggih sekalipun.

Foto HDR sendiri pada dasarnya tidak selalu mutlak dibutuhkan. Saat kita memotret sesuatu yang memiliki pencahayaan merata dan kamera sanggup menangkap semua terang gelap dari bidang foto dengan baik, kita tidak merasa ada yang salah dengan foto tersebut. Namun umumnya saat siang hari, dimana sebagian dari langit yang terang ikut terekam dalam foto, barulah kita mulai merindukan ‘kemampuan lebih’ dari sebuah kamera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar